by

Visioning, Menuju Desa Wisata Bahari Lifuleo

Suasana Pelatihan

Untuk mendorong peningkatan pengelolaan potensi desa maka pemerintah desa Lifuleo bersama sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Kelompok wisata bahari Lifuleo mengikuti pelatihan visoning yang diselenggarakan oleh Bengkel APPeK NTT bekerja sama dengan The Nature Conservacy (TNC) di Hotel Gajah Mada Kupang dari tanggal 8-9 Oktober 2015. Kegiatan yang dipandu oleh dua fasilitator dari Bengkel APPeK yaitu Ibu Thersia Ratu Nubi, S.Pd dan Pak Vinsen Bureni, S.Sos.

Largus Ogot selaku ketua panitia kegiatan, ketika dihubungi di Hotel Gajah Mada mengatakan bahwa kegiatan pelatihan Visoning ini  bertujuan untuk meningkatkan Pengetahuan, pemahaman dan keterampilan visioning bagi kelompok pengelola Wisata Bahari Desa Lifuleo.
Lebih jauh Largus Mengatakan bahwa hasil dari Pelatihan ini adalah :

  1. Terciptanya 20 kader visioning desa wisata bahari lifuleo yang terampil
  2. Kelompok  wisata bahari lifuleo mampu mempraktekan dan menyusun draft visioning desa wisata bahari
  3. Adanya rencana tindak lanjut  visioning di tingkat desa


Sementara  itu kepala desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Yohan Yulius Tuy yang merupakan peserta kegiatan mengatakan bahwa ada banyak potensi wisata di desa Lifuleo yang selama ini belum dikelola dengan baik sehingga perlu ada sentuhan pengelolaan bersama masyarakat sehingga bisa semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke desa ini.

“Di desa Lifuleo ada potensi seperti Pantai Air Cina, tempat persinggahan Burung dari Australia, Tempat pemancingan Kepiting, tempat Renang, tempat pembudidayaan rumput laut, gua kelelawar, gua burung wallet, gua monyet yang selama belum dikenal orang dari luar. Hanya Pantai air cina saja yang selama ini setiap hari libur pasti ramai dikunjungi.” kata Yohan.

Salah satu sudut Pantai Air cina dan Wisatawan Lokal

Untuk diketahui bahwa desa Lifuleo merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan kupang Barat Kabupaten Kupang yang jaraknya dari Kota kupang sekitar 60 Km dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dengan kendaraan bermotor.



Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment

News Feed