by

Kami Kantongi Ijin, Mereka Tidak!! Ricuh Pelantikan Anggota PD Demokrat Kupang

Satgas COVID-19 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menegaskan bahwa acara pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat NTT Leo Lelo yang digelar di salah satu hotel di Kota Kupang tidak mendapatkan izin dari Satgas COVID-19.


“Kegiatan ini seyogyanya akan kami bubarkan. Karena dapat menyebabkan kasus baru COVID-19 di Kota Kupang, ” kata Sekretaris Satgas COVID-19 kota Kupang Ernest Ludji di Kupang, Jumat, (11/3).


Ernest juga mengatakan bahwa ada dua kelompok yang mengajukan permohonan untuk mengelar kegiatan yang bersifat kerumunan yakni oleh Partai Demokrat NTT dan simpatisan mantan ketua DPD Demokrat NTT Jefri Riwu Koreh yang merasa bahwa kegiatan tersebut melanggar protokol kesehatan.


Ernest mengatakan bahwa pihaknya tidak mengizinkan dua kegiatan itu digelar karena menimbulkan kerumunan apalagi di tengah semakin meningkatnya kasus COVID-19 di Kota Kupang yang dalam sepekan terakhir kasusnya mencapai 2.000an kasus.


Disisi lain, juru bicara panitia pelantikan Ketua DPD Demokrat NTT Sebastian Edo mengaku bahwa pihaknya justru sudah mendapatkan izin langsung dari Satgas COVID-19 provinsi.


“Surat rekomendasi sudah kami kirimkan ke Satgas COVID-19 provinsi sudah keluar surat izinnya sehingga kami pun melaksanakan kegiatan ini, ” ungkap Sebastian Edo.

Dengan begitu, lanjut Edo, pelantikan bertempat yang di Hotel Kristal Kota Kupang, NTT tetap berjalan. Ia menyebut, kalau pihaknya tidak ingin mengintervensi lebih jauh dalam hal ini. Namun, segala sesuatu yang telah disyaratkan, termuat dalam surat dan semua prosedur telah dipenuhi.

Ditempat yang sama Ketua DPD Demokrat NTT Leonardus Lelo mengakui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan melantik Ketua dan pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi NTT.


Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Beny K Harman, juga menambahkan bahwa kegiatan Demokrat tidak semestinya dibubarkan karena telah mendapat ijin kegiatan dan semua prosedur kesehatan yang diwajibkan telah dijalankan, ditambah lagi pihaknya telah mengantongi rekomendasi gugus tugas Covid-19 tingkat provinsi.
Dia meminta satgas Kota Kupang membubarkan pendemo yang melanggar prokes.


“Kamu tolong bubarkan itu (demonstrasi), itu yang bikin kerumunan, sebab mereka tidak mengikuti prokes yang berlaku, bukan kami” sebut Beny.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed