oleh

FKPT NTT nilai kaum muda mampu jadi corong cegah radikalisme


Kupang (Kupang Online) – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai kaum muda mampu menjadi corong untuk menyerukan antiradikalisme yang berpotensi memunculkan aksi terorisme di wilayah provinsi tersebut.

“Selama ini sesuai dengan tugas dan tupoksi kami, kami hanya bisa melakukan pencegahan dengan rutin mensosialisasikan bahaya radikalisme di tengah masyarakat,” kata Kepala FKPT NTT Yohanes Oktavianus di Kupang, Jumat, (3/11/2023).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan upaya yang dilakukan oleh FKPT dalam mencegah munculkan aksi radikalisme yang berujung pada aksi terorisme di saat terjadinya perang Israel dan Hamas di jalur Gaza.

Dia mengatakan bahwa berbagai kegiatan sosialisasi yang dilakukan berupa memberikan materi tentang wawasan kebangsaan kepada generasi muda agar mereka tidak terjerumus ke dalam tindakan terorisme dan juga kalau bisa mereka mencegahnya.

Yohanes yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi NTT itu mengatakan Badan Kesbangpol dan FKPT selama ini saling berkoordinasi untuk menginformasikan jika terjadi hal-hal yang menjurus munculnya tanda-tanda radikalisme yang mengarah kepada aksi terorisme.

Menurut dia, perang Israel dengan Hamas di jalur Gaza bisa saja memunculkan aksi-aksi terorisme di daerah lain, namun untuk wilayah NTT dia meyakini sedikit sulit.

Baca juga: Tiga anggota polisi ditangkap karena diduga terkait terorisme

“Hal ini dikarenakan budaya masyarakat di NTT yang masih menjaga kerukunan umat beragama, menjaga ketertiban bersama demi NTT yang damai. Namun pasti selalu ada potensi,” ujarnya.

Baca juga: BNPT bilang perempuan miliki peran penting cegah radikalisme

Oleh karena itu, menurut dia, potensi sekecil apapun akan dicegah melalui bekerja sama dengan sejumlah instansi keamanan serta yang paling penting adalah masyarakat pada umumnya.

“Hal ini karena masyarakat yang paling mengetahui lingkungan sekitar. Oleh karena itu jika ada yang mencurigakan agar masyarakat bisa melaporkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *