oleh

Berselimut Dalam Jelaga

Karya Zulkasim Achmad Abu Umairo

Tabir gelap mencumbu tirai malam
Dalam kegamangan sepi nan pekat
Membekap lakon seleweng sikap dan kata
Membungkus indah, rapat

Mencoba memahami makna hidup
Pada esensi dalam segumpal darah
Mengapa ia selalu merasa haus dan gamang?
Mungkin jelaga ini telah menghitam bahkan berkarat

Pantaskah kita masih tersenyum?
Pantaskah kita masih tertawa?
Pantaskah kita masih dihormati?
Jika semua tabir jelaga telah dibuka

Pada-Mu kami menengadahkan tangan
Memohon ampun atas segala khilaf dan dosa
Bersyukur atas segala tabir yang terbungkus
Hingga kami sesama bisa saling menghormati

(Patas-Ende, 10 Agustus 2022)

Penulis adalah Guru di MAN Ende

Aktifitas Literasi Sebagai Wakil Ketua Perkumpulan Penulis dan Motivator Nasional (PPMN) Kabupaten Ende

Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Ende.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *